SIDANG KOMISI TEKNIS V OKKP-D TAHUN 2018

Kamis, 27 September 2018, UPT Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan/ OKKP-D Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat melaksanakan Sidang Komisi Teknis ke 5 Tahun 2018, bertempat di Kantor BPMKP, Jl. Raya Tangkuban Perahu Km. 22 Cikole, Kabupaten  Bandung Barat, dengan pembahasan atas keputusan terhadap 8 (delapan) pemohon Sertifikasi Prima 3 dan 5 (lima) PSAT sebagai berikut:

 

Sertifikasi Prima 3

I. Nama Pemohon : UD. Wiguna Makmur Farm
Alamat : Ds. Cipendawa Kec. Pacet Kab. Cianjur
Komoditas : 1. Tomat

2. Lettuce

3. Bawang Daun

4. Kyuri

II. Nama Pemohon : Asep Zaenal
Alamat : Kp. Pasar Kidul RT.001 RW.002 Kec. Cisurupan

Kabupaten Garut

Komoditas : 1. Tomat

2. Kentang

III. Nama Pemohon : Endang Abdul Karim
Alamat : Kp. Jalan Bener RT.001 RW.007 Kec. Cisurupan

Kabupaten Garut

Komoditas : 1. Tomat

2. Kentang

 

Registrasi PSAT

I. Nama Perusahaan : Gapoktan Mitra Tani
Alamat : Dusun Sukamantri Utara RT.13 RW. 04 Ds. Tambakjati

Kec. Patok Kabupaten Subang

Nama Reg. PSAT : 1. Beras Slyp Super ”Mitra Tani” (Beras Medium)

2. Beras Slyp Super ”Mitra Tani” (Beras Premium)

3. Beras Segar ”Mitra Tani” (Beras Medium)

4. Beras Segar ”Mitra Tani” (Beras Premium)

 

II. Nama Perusahaan : PT. Pupuk Indonesia Pangan
Alamat : Blok Paten RT.003 RW.002 Ds. Sukahaji Kec. Patrol

Kabupaten Indramayu

Nama Reg. PSAT : Beras SIP (Beras Premium)

Berdasarkan penilaian tim teknis diputuskan bahwa dari 8 (delapan) permohonan sertifikasi prima 3 tersebut, dinyatakan 3 ( Tiga ) LULUS VERIFIKASI, dan 5            ( Lima) LULUS DENGAN SARAN – SARAN yaitu : Bawang Daun, Lettuce, Milik UD. Wiguna Makmur Farm, Tomat, Kentang Milik Asep Zaenal dan Tomat Milik Endang Abdul Karim karena dari Laporan Hasil Pengujian Laboratorium masih terdeteksi pestisida Carbamate walaupun masih dibawah BMR, sedangkan untuk 5 (lima) permohonan registrasi PSAT, dinyatakan 4 LULUS VERIFIKASI, dan 1 ( Satu ) LULUS DENGAN SARAN – SARAN yaitu : Beras SIP dari PT. Pupuk Indonesia Pangan, dikarenakan belum melaporkan perbaikan hasil temuan audit lapang.

Otoritas Kompeten Keamanan  Pangan Daerah akan melakukan surveilen sekurang-kurangnya 1 (kali) dalam setahun untuk menjamin konsistensi penerapan sistem mutu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *